Programmable Logic Controller (PLC)

Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya. Sederhananya di dalam CPU PLC (Programmable Logic Controller) dapat digambarkan seperti kumpulan ribuan relay. Tetapi bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil melainkan di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay. Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT.

 

Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan contact yang sama.

 

Untuk membuat rancangan/modifikasi suatu sistem langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah :

  1. Melakukan identifikasi permasalahan
  2. Membuat Flow Chart (diagram Alir)
  3. Membuat program dalam bentuk diagram ladder

 

PLC tidak lain adalah komputer digital yang mempunyai processor, unit memori, unit kontrol, dan unit I/O, akan tetapi PLC berbeda dengan komputer dalam beberapa hal, yaitu :

  1. PLC dirancang untuk berada di lingkungan industri yang mungkin banyak debu, panas, guncangan, dan sebagainya.
  2. PLC harus dapat dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.
  3. PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan peripheral port yang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data atau program.

 

PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang khusus agar dapat mengendalikan mesin-mesin industri dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial, timing (operasi pewaktuan), counting (pencacahan), dan aritmatika.

 

PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan, penanganan bahan, perakitan otomatis (automation) dan lain sebagainya. Dengan kata lain, hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik membutuhkan PLC.

Dengan demikian, semakin kompleks proses yang harus ditangani, semakin penting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan).
Apa saja yang bisa dilakukan oleh PLC! Sebagian besar PLC (Programmable Logic Controller) dapat melakukan operasi sebagai berikut :

  1. Relay Logic
  2. Penguncian (Locking)
  3. Pencacahan (Counting)
  4. Penambahan
  5. Pengurangan
  6. Pewaktuan (Timing)
  7. Kendali PID
  8. Operasi BCD
  9. Manipulasi Data
  10. Pembandingan
  11. Pergeseran

Inverter dalam otomatisasi industri

Dalam industri inverter merupakan alat atau komponen yang cukup banyak digunakan karena fungsinya untuk mengubah listrik DC menjadi AC. Inverter digunakan untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik/servo motor atau bisa disebut converter drive. Cuma kalau untuk servo lebih dikenal dengan istilah servo drive. Dengan menggunakan inverter, motor listrik menjadi variable speed. Kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan.

Inverter seringkali disebut sebagai Variabel Speed Drive (VSD) atau Variable Frequency Drive (VFD).

Didunia otomatisasi industri, inverter sangat banyak digunakan. Aplikasi ini biasanya terpasang untuk proses linear (parameter yang bisa diubah-ubah). Linear nya seperti grafik sinus, atau untuk sistem axis (servo) yang membutuhkan putaran/aplikasi yang presisi.

Prinsip kerja inverter adalah mengubah input motor (listrik AC) menjadi DC dan kemudian dijadikan AC lagi dengan frekuensi yang dikehendaki sehingga motor dapat dikontrol sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Fungsi Inverter adalah untuk merubah kecepatan motor AC dengan cara merubah Frekuensi inputnya:
n = 120f/p

dimana : n = putaran per menit
f = frekuensi (Hz)
p = jumlah kutup

proses-produksi.jpg

Proses di industri seringkali memerlukan tenaga penggerak dari motor listrik yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan tenaga/daya yang diinginkan.
Jika sebelumnya banyak menggunakan sistem mekanik, kemudian beralih ke motor slip maka saat ini banyak menggunakan semikonduktor.
Tidak seperti softstarter yang mengolah level tegangan, inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur speed motor seperti diketahui, pada kondisi ideal (tanpa slip).

Merubah kecepatan motor dengan Inverter akan membuat:

  • Torsi lebih besar
  • Presisi kecepatan dan torsi yang tinggi
  • Kontrol beban menjadi dinamis untuk berbagai aplikasi motor
  • Dapat berkombinasi dengan PLC (Programmable Logic Control) untuk fungsi otomasi dan regulasi
  • Menghemat energi
  • Menambah kemampuan monitoring
  • Hubungan manusia dengan mesin (interface ) lebih baik
  • Sebagai pengaman  dari motor, mesin (beban) bahkan proses dll.

Torsi adalah gaya putar yang dihasilkan oleh motor listrik untuk memutar beban.
Semakin besar daya motor maka makin besar torsi yang dihasilkan dan makin kuat motor menggerakkan beban, Torsi dapat ditambah dengan menggunakan gear box (cara mekanis) dan Inverter (cara elektronik) selama satu menit.

Torsi lebih (over torsi) terjadi jika torsi beban lebih besar dari Torsi nominal, pada 80% aplikasi terjadi pada saat kecepatan rendah atau saat start.

Jika torsi inverter rendah akan mengakibatkan:

  • Dinamika gerakan rendah (tidak memungkinkan gerakan beban yg kompleks)
  • Motor sering overload (motor rusak atau thermal overload relay trip)
  • Hentakan mekanis (Mesin/beban rusak, perlu perawatan intensif)
  • Lonjakan arus (Motor rusak atau Breaker Trip)
  • Presisi dalam proses hilang
  • Proteksi tidak terjamin

Maka dapat disimpulkan, peranan inverter dalam proses suatu industri cukup penting. Karena dalam  proses di industri seringkali memerlukan tenaga penggerak dari motor listrik yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan tenaga/daya yang diinginkan.

Solenoid valve pneumatic itu apasih

Solenoid valve pneumatic adalah katup yang digerakan oleh energi listrik melalui solenoida, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid valve pneumatic atau katup (valve) solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust.

Lubang masukan, berfungsi sebagai terminal / tempat udara bertekanan masuk atau supply (service unit), sedangkan lubang keluaran berfungsi sebagai terminal atau tempat tekanan angin keluar yang dihubungkan ke pneumatic, dan lubang exhaust, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan udara bertekanan yang terjebak saat plunger bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve pneumatic bekerja.

Solenoid valve adalah elemen kontrol yang paling sering digunakan dalam fluidics. Tugas dari solenoid valve dalah untuk mematikan, release, dose, distribute atau mix fluids. Solenoid Valve banyak sekali jenis dan macamnya tergantung type dan penggunaannya, namun berdasarkan modelnya solenoid valve dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil dan solenoid valve double coil keduanya mempunyai cara kerja yang sama.

Solenoid valve banyak digunakan pada banyak aplikasi. Solenoid valve  menawarkan switching cepat dan aman, keandalan yang tinggi, awet/masa service yang cukup lama, kompatibilitas media yang baik dari bahan yang digunakan, daya kontrol yang rendah dan desain yang kompak.

solenoid.jpg

Solenoid valve mempunyai banyak variasi dalam hal kegunaan atau kebutuhan dari mesin tersebut, diantara kegunaan solenoid valve adalah:

  • Digunakan untuk menggerakan tabung cylinder.
  • Digunakan untuk menggerakan piston valve.
  • Digunakan untuk menggerakan blow zet valve.
  • Dan masih banyak lagi.

Prinsip Kerja Solenoid Valve

Prinsip kerja dari solenoid valve yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian dalamnya ketika piston bertekanan yang berasal dari supply (service unit), pada umumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.

prinsip_kerja_Solenoid_Valve.png Keterangan Gambar :A – Input side
B – Diaphragm
C – Pressure chamber
D – Pressure relief passage
E – Solenoid
F – Output side

Cara Kerja Sistem Pneumatic

 

cara-kerja-solenoid-valve.jpg

Kompressor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak awal umumnya motor listrik. Udara akan disedot oleh kompresor kemudian ditekan ke dalam tangki udara hingga mencapai tekanan beberapa bar. Untuk menyalurkan udara bertekanan ke seluruh sistem (sirkuit pneumatik) diperlukan unit pelayanan atau service unit yang terdiri dari penyaring (filter), katup kran (shut off valve) dan pengatur tekanan (regulator).

Service unit ini diperlukan karena udara bertekanan yang diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan operasional pada umumnya hanyalah sekitar 6 bar. Selanjutnya udara bertekanan disalurkan dengan bekerjanya solenoid valve pneumatic ketika mendapat tegangan input pada kumparan dan menarik plunger sehingga udara bertekanan keluar dari outlet port melalui selang elastis menuju katup pneumatik (katup pengarah/inlet port pneumatic). Udara bertekanan yang masuk akan mengisi tabung pneumatik (silinder pneumatik kerja tunggal) dan membuat piston bergerak maju dan udara bertekanan tersebut terus mendorong piston dan akan berhenti di lubang outlet port pneumatic atau batas dorong piston.

sumber http://electric-mechanic.blogspot.com

Profil Perusahaan

kitoma-green_03

“Technical Supply & General Trade Automation Control for Industries”

Kitoma Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang Technical Support, Service, Repair, Maintenance & General Trade Automation Control For Industry.

Service Customer merupakan hal dasar dalam pengembangan bisnis.
CV. Kitoma, didukung oleh tenaga-tenaga ahli yang professional dan berpengalaman dibidangnya. CV. Kitoma berusaha untuk mencarikan solusi yang tepat guna memenuhi keinginan customer. Solusi yang ditawarkan mempunyai kualitas yang baik, harga yang bersaing dan didukung dengan pelayanan guaranty service dan sparpart.

Visi

Menjadi Perusahaan penyedia peralatan Industri Automation, Teknikal Support, Service, Repair, Maintenance & General Trade Automation Control dengan kualitas terbaik.

 

Misi

  • Beretika – Selalu berpegang teguh pada standar etika bisnis yang tinggi dalam setiap aktivitas.
  • Standar tinggi – Terus menerus menerapkan standar internal yang tinggi dalam setiap aktivitas usaha sehingga memotivasi karyawan untuk berupaya keras dalam meberikan kepuasan kepada stakeholder utama.
  • Saling menghormati – membangun hubungan beradasarkan prinsip saling menghormati diantara sesama rekan kerja, pelanggan, prinsipal dan masyarakat industri.
  • Memposisikan diri sebagai The Customer Service Company di mata pelanggan dengan memberikan nilai tambah bagi bisnis pelanggan
  • Membangun hubungan yang baik dengan prinsipal

Suplly Product

  • Panel & Installations
  • Inverter & Servo Drive
  • Program Logical Controllers
  • Selenoid Valve
  • Part Panel
  • Contact Cleaner
  • Motor Servo
  • Auto Counter
  • Part Controller Panel
  • Linear Motion
  • Delay Relay
  • Control Voltage
  • DC Drive
  • Power Switching Regulator
  • CPU Card
  • Control I/O Card
  • Spot Welding
  • Control Machine
  • Battrey Lithium
  • Temperature Controller
  • Indicator & Control Panel
  • Timer

Maintenance & Service

Maintenance Service
  • Install & BackUp PLC
  • Stamping Machine
  • Oil Pump
  • Trouble Shooting
  • Panel Control Machine
  • Check Dial Gauge
  • Lubrication
  • Preventive Machine
  • Service PLC
  • Service Servo
  • Service Inverter
  • Service LCD Touchscree
  • Service Panel
  • Service Servo Drive

Daftar Customer

  • PT. NISSIN MANUFATURING INDONESIA
  • PT. KYOSHA INDONESIA
  • PT. POSMI STEEL INDONESIA
  • PT. SAITAMA STAMPING INDONESIA
  • PT. MARSOL ABADI INDONESIA
  • PT. SAKURA JAVA INDONESIA
  • PT. KIYOKUNI TECHNOLOGI
  • PT. INTI POLYMETAL
  • PT. EPSON INDONESIA
  • PT. CAHAYA BENTENG MAS
  • PT. INDOPACK PRATAMA
  • PT. PILAR LOGAM PERKASA
  • PT. FRENSIAND JAYA TEKNIK
  • PT. INDONESIA EPSON INDUSTRY
  • PT. ASIAPARTS INDOTECH
  • PT. SHEPANIA JAYA
  • PT. WIN ELECTROINDO HEAT
  • PT. KAYU PERMATA
  • PT. GEMA RAHMI PERSADA
  • PT. JST INDONESIA
  • PT. MANABU INDONESIA
  • PT. PATEC PRESISI
  • PT. KEEP INDONESIA
  • PT. ASIA INDOTAMA
  • PT. JIDECO INDONESIA
  • PT. MURAMOTO ELEKTRONIKA INDONESIA
  • PT. CHIYODA INTEGRE INDONESIA
  • PT. WORLDNET MANDIRI INDONESIA
  • PT. FANAH JAYA MAINDO
  • PT. TECHNICA MANDIRI SUKSES
  • PT. GUNA SENAPUTRA SEJAHTERA
  • PT. MANDIRI PANCA PRIMA
  • PT. ROMINDO PRIMAVETCOM
  • PT. KAYABA INDONESIA
  • PT. SANMIGUEL PURE FOODS INDONESIA
  • PT. SPACE INDONESIA
  • PT. WUJUD RAMA ABADI
  • PT. POSMI STEEL INDONESIA
  • PT. CHIYODA KOGYO INDONESIA
  • PT. SEKISO INDUSTRIES INDONESIA
  • PT. FLEXI COMPONENTS
  • PT. ILUVA GRAVURE INDUSTRY
  • PT. TOPAN PRINTING INDONESIA
  • PT. TEMPO SCAN PASIFIC
  • PT. SINTO LANCE INDONESIA
  • PT. GLOBAL SEMESTA MANDIRI
  • PT. KUHLINDO PERSADA
  • PT. HAMATETSU INDONESIA
  • PT. SUMBER GRAHA PRIMA
  • PT. GEMILANG ROXY
  • PT. YAKITA MULYA
  • PT. MING HORNG & ASKTECHNICA INDUSTRIAL